Connect with us

9 Cara Mencegah Penularan Virus Corona

Gaya Hidup

9 Cara Mencegah Penularan Virus Corona

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mutasi virus Covid-19 E484K sudah terdeteksi masuk ke Indonesia.

“Iya, ada satu kasus,” kata Nadia kepada Kompas.com, Senin (5/4/2021).

Untuk diketahui, sejauh ini ahli menemukan bahwa mutasi E484K ada di dalam varian Covid-19 B.1.351 dan P.1.

Varian B.1.351 pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan varian P.1 terdeteksi pertama kali di Brasil.

Mutasi E484K disebut jauh lebih menular dibanding mutan lain dan diyakini dapat memengaruhi efikasi vaksin dalam melawan virus.

Oleh sebab itu, langkah-langkah untuk mencegah penularan virus corona tetap tidak bisa ditinggalkan. Seluruh ahli di dunia menyerukan bahwa meski seseorang sudah divaksin, protokol kesehatan harus terus ditegakkan.

1. Masker, pakai yang pas wajah atau dobeli

Pada pertengahan Februari 2021, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengeluarkan panduan terbaru tentang pemakaian masker untuk mencegah penularan virus corona.

Menurut laporan CDC dan panduan terbaru di situsnya, ada dua metode yang secara substansial dapat meningkatkan perlindungan dari virus.

Pertama memakai masker ganda atau dobel. Maksudnya adalah menggunakan masker kain di atas masker bedah sekali pakai.

Kedua, meningkatkan kesesuaian masker dengan wajah. Caranya dengan membuat simpul tali masker di dekat wajah, baru dimasukkan ke telinga untuk mencegah udara bocor di sekitar tepi masker.

Seperti dilansir Washington Post, Kamis (11/2/2021), kedua metode tersebut dapat mengurangi paparan aerosol yang berpotensi menular hingga lebih dari 95 persen dalam percobaan menggunakan boneka di laboratorium.

“Kami tahu menggunakan masker biasa dapat berfungsi mencegah penularan Covid-19. Tapi seiring beredarnya varian yang lebih menular, kita juga perlu meningkatkan kesesuaian masker agar bekerja lebih baik,” kata John T. Brooks, petugas medis untuk tanggapan Covid-19 dari CDC.

Brooks dan pakar kesehatan masyarakat lainnya mengatakan bahwa kunci utama dari pedoman baru CDC adalah penggunaan masker yang meningkatkan penyaringan, atau memblokir partikel kecil.

“Penggunaan masker dobel adalah salah satu cara memblokir partikel kecil,” kata Brooks.

Baca Juga  9 Deretan Tas Termahal di Dunia. Harganya Ngeri Abis, Ada Rp 39 Milyar!

2. Mencuci tangan dengan sabun, bukan hand sanitizer

Organisasi Kesehata Dunia (WHO) dan tenaga medis di seluruh dunia menyarankan kita untuk rajin mencuci tangan setidaknya selama 20 detik.

Terdapat sejumlah bukti yang menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun selama 20 sampai 30 detik lebih efektif membersihkan bakteri, kuman, termasuk virus, dibanding menggunakan hand sanitizer.

Ahli gizi komunitas Tan Shot Yen mengatakan, cuci tangan harus menggunakan sabun dan dikeringkan.

Menurut Tan, ada dua alasan kenapa kita harus cuci tangan dengan sabun.

“Pertama, sabun punya kemampuan amphipatic, yakni membawa molekul yang saling melarutkan seperti gula dalam air dan yang tidak saling larut seperti minyak dan air,” kata Tan kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Sabtu (7/3/2020).

Alasan kedua, tangan bersabun otomatis membuat kulit terpapar air lebih lama untuk membilasnya.

Hal ini secara tidak langsung membantu menghilangkan lebih banyak kuman dan kotoran.

Tan juga mengatakan, cuci tangan tidak perlu pakai sabun antiseptik. Menggunakan sabun biasa yang digunakan sehari-hari sudah cukup

3.Menjaga jarak, aman 2 meter

Jaga jarak merupakan hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk selalu menjaga jarak sekitar satu sampai satu setengah meter dengan orang lain.

Namun menurut spesialis penyakit menular Steven Gordon, MD dari Cleveland Clinic, jarak aman dengan orang lain setidaknya sejauh dua meter.

Sementara itu, WHO menyarankan untuk menjaga jarak dengan orang lain sejauh 1 sampai 3 meter, terlebih jika ada orang yang batuk dan bersin.

“Kanapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan droplet atau tetesan cairan kecil yang keluar dari hidung atau mulut, yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang batuk atau bersin, Anda bisa menghirup droplet itu, termasuk virus corona jika orang tersebut positif Covid-19,” tulis WHO dalam keterangannya di situs resmi.

Baca Juga  9 HP Termahal di Dunia

Alasan kita perlu menjaga jarak adalah karena virus corona SARS-CoV-2, mikroba yang bertanggung jawab pada terjadinya pandemi Covid-19 dapat menyebar di antara orang-orang yang berdekatan.

Secara teoritis virus itu dapat bertahan selama tiga jam dalam tetesan cairan yang ada di udara, dapat ditularkan melalui permukaan yang terkontaminasi, dan mudah menyebar melalui droplet batuk dan bersin.

4.Menghindari kerumunan

Dikatakan Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis untuk respons Covid-19 sekaligus kepala unit penyakit dan zoonosis di WHO, saat ini hal yang bisa dilakukan untuk menghindari diri dari virus corona adalah tidak berada di kerumunan atau tempat ramai.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah berada di rumah saja dan mengurangi aktivitas yang tak perlu di luar rumah.

Dengan menjaga jarak fisik dari orang lain, hal ini dapat mencegah virus menyebar dari satu orang ke orang yang lain.

5.Mengurangi mobilitas

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat melakukan upaya pencegahan penyebaran varian baru virus corona.

Pencegahan dilakukan salah satunya dengan mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

“Kita harus proaktif melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dengan cara tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu sehingga penularan bisa dicegah dengan baik, sehingga mutasi pun bisa dicegah untuk terjadi,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

6.Disinfektan Permukaan Benda

Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda-benda yang sering disentuh, misalnya: perabot, peralatan kerja, ruangan, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain,.

Disinfektan adalah proses menghilangkan sebagian besar atau mikroorganisme patogen kecuali spora bakteri.

Umumnya disinfektan diisi olah bahan kimia penghilang mikroorganisme patogen. Anda bisa membuat larutan disinfektan dengan cuka putih atau larutan hidrogen peroksida.

7.Perhatikan ventilasi udara

Banyak penelitian yang telah menunjukkan betapa pentingnya ventilasi dan sirkulasi udara dalam mencegah penyebaran Covid-19, baik itu di kantor, gym, kereta komuter, atau pesawat terbang.

Baca Juga  9 Minuman Keras Termahal, Harganya Ada yang Mencapai Rp 3 Miliar

Sebagian besar bukti penelitian saat ini mengungkap, bahwa Covid-19 terutama menyebar melalui tetesan droplet yang keluar saat seseorang berbicara, batuk atau bersin, serta melalui aerosol dalam ukuran lebih kecil yang melayang di udara.

Aerosol atau partikel-partikel kecil di udara ini kemudian dapat menyebar dan kemungkinan besar bertahan selama rentang waktu tertentu.

Karena itu, sirkulasi udara menjadi faktor penting mencegah Covid-19 menyebar di antara manusia, terutama dalam konteks kantor, restoran, atau pesawat.

Pastikan udara di ruangan Anda bersirkulasi dengan baik. Buka jendela.

Jika menggunakan kipas angin atau AC, lakukan pemeliharaan secara teratur.

8.Segera mandi dan ganti pakaian setelah bepergian

Idealnya, Anda memang tidak boleh bepergian ke luar rumah, kecuali untuk urusan tertentu yang bersifat mendesak.

Namun, jika memang harus ke luar rumah, sebaiknya lakukan beberapa hal berikut ketika sampai di rumah setelah bepergian:

  • Lepas sepatu di pintu masuk, sebelum masuk rumah
  • Semprotkan cairan disinfektan pada barang yang dibawa bepergian
  • Buang tanda terima pembelian yang tidak diperlukan
  • Jangan menyentuh barang apa pun dan jangan langsung beristirahat seperti duduk atau tiduran
  • Segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Segera mandi dan ganti pakaian

9.Ikuti vaksinasi

Saat ini, sebagian negara telah melakukan vaksinasi untuk meringankan gejala jika sewaktu-waktu terinfeksi Covid-19.

Vaksinasi juga berperan penting bagi mereka yang rentan terinfeksi Covid-19, seperti lansia dan orang yang dengan komorbid atau penyakit yang mendasari.

Orang yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) bisa mendapatkan vaksin Covid-19 selama mereka tidak mengalami reaksi alergi yang parah atau langsung terhadap dosis pertama vaksin Covid-19 atau bahan apa pun dalam vaksin Covid-19.

Ingat, orang yang sudah divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan di atas. Mari saling jaga.

 

Sumber : Kompas.com

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Gaya Hidup

To Top