Connect with us

9 Distro Linux Terbaik , Kamu Harus Coba !

Teknologi

9 Distro Linux Terbaik , Kamu Harus Coba !

Linux merupakan sistem operasi (OS) yang bersifat open source, dan telah digunakan oleh banyak pengguna dari berbagai penjuru negara. OS yang dapat diunduh dan digunakan secara gratis ini kerap menjadi alternatif dari Windows dan MacOS yang merupakan produk berbayar. Berikut sudah saya rangkum beberapa distro Linux terbaik yang dapat pengguna coba; sebagian cocok untuk pengguna baru, dan sisanya dikhususkan untuk kebutuhan yang lebih spesifik.

Perlu diketahui, Linux merupakan OS yang dibangun berdasarkan Unix, dan mulai terkenal pada akhir tahun 1970-an. Sejak itu, OS ini telah diadopsi oleh berbagai pengembang perangkat lunak, yang akhirnya terbentuklah suatu distribusi Linux, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan distro. Jika dijabarkan, distro merupakan sebutan untuk OS di suatu komputer, termasuk aplikasinya, yang menggunakan kernel Linux.

1. Ubuntu 

Versi baru Ubuntu dirilis setiap enam bulan sekali. Pada saat artikel ini ditulis, Ubuntu telah dirilis sampai dengan versi Ubuntu 19.04. Setiap tahun, Canonical, yang merupakan pengembang Ubuntu, merilis versi Ubuntu LTS (long-term service). Versi ini menjamin pengguna lima tahun pembaruan pemeliharaan dan pengamanan. Sebeliknya untuk versi non-LTS, pembaruan tersebut hanya diberikan selama satu tahun sejak tangal rilis.

Ubuntu memiliki bayak variasi, dengan DE, Desktop Environment, yang membedakannya antar satu sama lain. Menurut Wikipedia, DE “umumnya merujuk ke gaya grafis antarmuka pengguna yang mememperlihatkan kiasan desktop di layar komputer modern.” Salah satu variasi dari Ubuntu adalah Lubuntu, yang menggunakan DE berdasarkan LXDE. Varian lainnya adalah Kubuntu, yang menggunakan KDE Plasma.

2. Linux Mint

Selain Ubuntu, salah satu distro Linux terbaik lainnya adalah Linux Mint. Distro ini juga cocok digunakan oleh pengguna Linux baru. Linux Mint dilengkapi dengan banyak perangkat lunak, sepeti salah satunya LibreOffice, untuk memenuhi kebutuhan produktivitas pengguna saat beralih dari Mac atau Windows. Mint juga memiliki dukungan yang lebih baik untuk format media proprietary, yang akan mempermudah pengguna memutar video, DVD dan berkas musik MP3 tanpa harus repot-repot memasang codex terlebih dahulu.

Baca Juga  9 Video Graphic Cards (VGA) Termahal di Dunia

Pengguna dapat mengunduh empat varian dari Linux Mint 19.2, yang masing-masing menggunakan DE yang berbeda. DE Cinnamon saat ini merupakan yang paling populer, namun pengguna juga dapat menggunakan DE MATE yang lebih mendasar, atau DE Xfce. Selain itu, ada juga versi KDE Linux Mint yang menggunakan KDE Plasma. Versi terbaru ini hadir dengan Software Manager yang dilengkapi dengan aplikasi unggulan seperti Spotify, Skype dan WhatsApp.

3. Arch Linux

Jika pemgguna ingin mencoba distro Linux yang kurang user-friendly, Arch Linux adalah pilihan yang tepat. Arch Linux memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan build sendiri, di mana pengguna dapat memilih paket perangkat lunak yang ingin diunduh melalui Terminal. Dengan opsi ini, pengguna dapat memilih paket mana yang ingin dipasang dan mana yang tidak untuk menghemat ruang penyimpanan. Oleh karena itu, ini akan sangat berguna bagi pengembang dan mereka yang menggunakan komputer dengan spesifikasi rendah.

Namun, seiring berkembangnya waktu, sekarang juga sudah tersedia versi Arch Linux yang diberi nama Antergos dengan tampilan yang lebih user-friendly. Antergos hadir dengan driver dan aplikasi pre-install yang lebih banyak. Oleh karena itu, tujuan dibangunnya Antergos sendiri ialah untuk memudahkan pengoprasian fitur-fitur Arch Linux sendiri, mulai dari awal pemasangan sampai dengan penggunaannya untuk kegiatan sehari-hari.

4. Elementary OS

Elementary OS menawarkan UI yang sangat elegan dan enak dipandang. Distro ini merupakan distro Linux yang memiliki gaya tampilan mirip dengan yang dimiliki MacOS. Keelokan UI yang dimiliki Elementary OS sepenuhnya disajikan oleh  DE yang dipakai, yaitu Pantheon, yang dikembangkan berdasarkan DE Gnome.

Versi terbaru dari Elementary OS diberi nama Juno, yang sedikit lebih bagus dan lebih rapi dibanding pendahulunya, Loki. Selain itu, distro ini juga memiliki AppCenter, yang dapat memudahkan pengguna memasang aplikasi tanpa harus menggunakan Terminal. AppCenter ini juga menjadi sangat berguna untuk Elementary OS karena distro ini tidak banyak memiliki aplikasi pre-install di dalamnya.

Baca Juga  9 Aplikasi ramalan menurut tanggal lahir di Android

5. Deepin

Deepin merupakan distro Linux dari Cina yang dikembangkan oleh Wuhan Deepin Technology Co., Ltd. Distro ini berbasis Debian, dan menggunakan DDE, Deepin Desktop Environment. Hampir sama dengan Elementary OS, nilai jual dari Distro ini adalah tampilannya yang elegan dan sangat menyejukkan mata.

Ketika artikel ini ditulis, versi terbaru dari distro ini adalah Deepin 15.11. Selain itu, Deepin juga dilengkapi dengan AppStore, yang menyediakan berbagai aplikasi yang dapat menjadi penunjang bagi kebutuhan sehari-hari pengguna.

6. Kali Linux

Kali Linux, yang dulunya dikenal dengan nama BackTrack, adalah salah satu distro Linux yang dirancang khusus untuk penetration testing dan security auditing. Oleh karena itu, distro ini banyak dikenal pengguna sebagai distro yang wajib digunakan oleh seorang “hacker.” Kali Linux dikembangkan, didanai, dan dikelola oleh Offensive Security, sebuah perusahaan pelatihan keamanan informasi terkemuka.

Berbasis Debian, Kali Linux mempunyai ratusan aplikasi pre-install yang dikhususkan untuk kebutuhan penetrasi keamanan. Selain itu, distro ini juga telah dipakai oleh banyak pekerja keamanan, yang juga merupakan spesialis di bidang penetration testing, forensik, reverse engineering, dan vulnerability assessment. Untuk varian, Kali Linux hadir dengan berbagai DE, yaitu Kali Linux KDE, Mate, LXDE and Enlightenment.

7. CentOS 7

CentOS 7 adalah salah satu distro Linux yang dikhususkan untuk penggunaan yang stabil, dan merupakan distro cabang dari versi Enterprise Red Hat Linux. Oleh karena itu, layaknya Red Hat, pembaruan keamanan dan pemeliharaan untuk CentOS didukung sampai 10 tahun sejak pertama dirilis.

Karena dikhususkan untuk penggunaan yang stabil, CentOS khusus dirancang untuk menjadi distro yang super-reliable, atau dapat diandalkan. Oleh karena itu, distro ini sangat cocok digunakan untuk kebutuhan server. Kenyataan tersebut juga membuat CentOS jarang digunakan untuk pemakaian sehari-hari di desktop atau laptop pengguna.

Baca Juga  9 Macam Aplikasi Browser Terbaik

8. Tails

The Amnesic Incognito Live System, atau Tails, merupakan distro Linux yang berorientasi pada privasi pengguna. Distro ini dapat membantu pengguna menyembunyikan lokasi dan identitas sebisa mungkin; bahkan, Edward Snowden, seorang mantan pekerja NSA (National Security Agency), juga memakainya.

Distro ini dapat mengarahkan semua lalu lintas internet pengguna melalui jaringan Tor yang bersifat anonim, dan dirancang untuk mencegah agar data pengguna tidak dapat dikses dan dianalisis. Tails berbasis Debian Linux, dan menggunakan DE Gnome, sehingga tampilan antarmukanya tetap jelas dan user-friendly.

Tails juga tidak diperuntukkan untuk semua pengguna. Namun, distro ini akan sangat berguna bagi pengguna yang khawatir dan peduli terhadap keamanan privasi dalam berselancar di dunia internet, yang akhir-akhir ini telah menjadi kebutuhan dan banyak disalah gunakan oleh banyak perusahaan.

9. openSUSE

Distro Linux terbaik yang terakhir di artikel ini adalah openSUSE. Sebelumnya dikenal sebagai SUSE Linux dan kemudian SuSE Linux Professional, openSUSE ditujukan untuk para pengembang dan administrator sistem. Karena tujuan tersebut, distro ini dilengkapi dengan protokol keamanan yang sangat ketat.

OpenSUSE mempunyai dua varian distro utama, yaitu openSUSE Leap dan openSUSE Tumbleweed. Pengembangan Leap menggunakan kode sumber dari SUSE Linux Enterprise, yang membuatnya jauh lebih stabil dari Tumbleweed, dan lebih cocok digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Versi terbaru dari openSUSE Leap dirilis kira-kira setahun sekali dan didukung selama tiga tahun.

Sumber : www.msdpn.id

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Teknologi

To Top