Connect with us

9 Fakta Persiapan Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Nomor 5 Tak Diduga

Politik

9 Fakta Persiapan Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Nomor 5 Tak Diduga

Dunia9.My.Id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa ibu kota Jakarta akan pindah ke Pulau Kalimantan. Hal tersebut pun akan disampaikan langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam Nota Keuangan, 16 Agustus 2019.

“Iya kan memang sudah dari dulu saya sampaikan pindah ke Kalimantan. Nah, Kalimantannya yang Kalimantan mana yang belum. Nanti kita sampaikan Agustuslah,” katanya.

Dunia9.My.Id merangkum sejumlah fakta-fakta menarik soal pemindahan ibu kota yang sudah bisa dipastikan akan terjadi, Minggu (4/8/2019):

1. Kalimantan, tapi di Mananya Masih Rahasia?

Hasil gambar untuk kalimantan

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, bahwa pemindahan ibukota negara dari Jakarta akan diumumkan oleh Presiden.

Baca Juga : 9 Problem Besar Lingkungan di Indonesia.

Menurut Bambang, lokasi pemindahan ibukota ada di Pulau Kalimantan. Namun ia enggan menyebutkan nama provinsinya.

“Pulaunya Kalimantan, provinsinya nanti (menyusul),” ujar Bambang.

Sebagaimana diketahui, pada Mei lalu, Presiden Jokowi telah mengunjungi 2 (dua) tempat di Pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi sebagai lokasi ibukota negara. Kedua lokasi itu adalah Bukit Soeharto di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kaltim), dan Kabupaten Gunung Mas (Kalteng).

2. Sarana dan Prasarana Ibu Kota Baru Disiapkan

Bappenas memaparkan beberapa sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan di ibu kota baru Indonesia.

“Sarana dan prasarana infrastruktur yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara yakni sarana utilitas, gedung perkantoran, dan fasilitas publik,” menurut keterangan tertulis Bappenas.

Sarana utilitas yang dibutuhkan terdiri atas saluran multifungsi, sarana penerangan, air bersih dan minum, listrik , jalan dan sejumlah sarana utilitas lainnya. Sedangkan untuk gedung perkantoran yang dibutuhkan dalam konsep pengelolaan ibu kota negara antara lain gedung-gedung untuk lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Selain itu fasilitas publik yang juga dibutuhkan terdiri dari rumah sakit, sarana dan prasarana olahraga serta kesenian, perpustakaan, transportasi urban, pasar, rumah susun sewa (rusunawa) dan berbagai fasilitas publik lainnya.

3. 1 Juta PNS Akan Berkantor di Ibu Kota Baru

Gambar terkait

Pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa akan segera direalisasikan. Sebanyak 1 juta Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Pusat akan turut dipindah ke lokasi ibu kota baru nantinya.

Baca Juga  9 Rekaman Audio Paling Mengerikan yang Pernah Ada, Kamu Berani Dengar?

“Ya sudah kita putuskan. Di kementerian, lembaga di pusat ini jumlah ASN pusat 1 juta orang. Sudah direncanakan kalau ibu kota pindah ASN pindah,” ujar Menpan-RB Syafruddin.

4. Belum Diputuskan Lokasinya, Harga Tanah Sudah Naik di Kalimantan

Gambar terkait

Harga tanah di lokasi bakal calon Ibu Kota Indonesia yang baru, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mulai naik hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya.

“Masyarakat sekarang banyak berbondong-bondong ada yang menjual tanahnya, karena harganya sedang naik empat kali lipat,” kata Binartha salah satu masyarakat saat ditemui di Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Binartha menjelaskan, bahwa kenaikan harga tanah di dekat lokasi pemukiman terjadi karena masyarakat banyak yang termakan tingginya harga tanah setelah isu pemindahan ibu kota.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara di Gunung Mas, satu kavling tanah biasanya dipatok ukuran 20×30 meter, dengan harga Rp10 juta jika jauh dari pemukiman. Sedangkan harga tanah yang dekat dengan pemukiman, biasanya dihargai Rp25 juta.

Dengan munculnya informasi akan dijadikan ibu kota, tanah melonjak menjadi Rp40 juta per kavling dan Rp100 juta per kavling bila dekat dengan pemukiman atau naik empat kali lipat.

5. Septic Tank di Ibu Kota Baru

Hasil gambar untuk pernyataan bambang dengan septic tank yang baru

Bambang memberi contoh penerapan sumur bor dan septic tank yang umum diaplikasikan pada rumah-rumah di Jakarta. Dengan diaplikasikannya sistem tersebut di Jakarta, meski jauh dari ideal, namun hal itu kemudian menjadi praktik yang berlaku umum di Indonesia.

Permasalahan Jakarta sebagai ibu kota saat ini terkait juga dengan kota-kota pendukungnya yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Untuk di ibu kota baru, Bambang mengatakan pihaknya akan menerapkan perencanaan wilayah berbasis metropolitan.

Dengan sistem tersebut, akan ada satu kota induk yang didukung oleh kota-kota di sekitarnya. Kota-kota di sekitarnya ini nanti ada yang bersifat mandiri, namun ada pula yang bersifat pendukung semata.

6. Ibu Kota Baru Bebas Banjir

Gambar terkait

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menjamin bahwa ibu kota yang baru akan bebas dari banjir.

Baca Juga  9 Jenis Mineral yang Diperlukan Tubuh

“Kita sudah siapkan master plan dan desain kota,” katanya.

Dia menjelaskan saat ini pemerintah terkait sedang melakukan peninjauan secara detail terkait persoalan banjir yang sering melanda ibu kota DKI agar tidak terjadi kembali di ibu kota baru.

“Drainase akan jadi perhatian utama agar ibu kota baru tak banjir,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya penyebab banjir di Indonesia bukan hanya diakibatkan oleh iklim, melainkan juga dari sisi sistem perancangan dan pembangunan infrastrukturnya.

7. Konsep Forest City

Hasil gambar untuk kalimantan

residen Jokowi sudah mengambil keputusan bahwa ibu kota Republik Indonesia yang baru akan dibangun di pulau Kalimantan. Realisasinya masih menunggu keputusan dengan pengambil kebijakan yang lain. Namun perpindahan ibu kota diyakini akan terjadi dalam waktu dekat. Setidaknya masih di era pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.

Hal ini makin dikuatkan dengan beredarnya desain tata kota ibukota Republik Indonesia yang baru seperti yang diungkapkan CNBC Indonesia. Meskipun belum diumumkan lokasi detailnya, namun lokasinya diprediksi akan memakai konsep forest city

Proyek ‘Forest City’ dirancang sebagai kota tiga dimensi, yang dilengkapi dengan taman vertikal yang rimbun dan dikengkapi dengan berbagai jenis transportasi publik yang berefisiensi tinggi, ramah lingkungan, dan menggunakan energi terbarukan. Dengan memanfaatkan desain ramah lingkungan yang futuristik dan berbagai teknologi pintar, ‘Forest City’ dirancang untuk menjadi model kota masa depan. ‘Forest City’ telah mengadopsi berbagai praktik terbaik untuk meminimalisir dampak-dampak lingkungan melalui solusi terintegrasi untuk menjamin tidak adanya dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

8. Nasib Jakarta

Hasil gambar untuk jakarta

Lantas, bagaimana nasib Jakarta setelah ibu kota resmi pindah ke Kaltim pada 2024 nanti? Diketahui, Jakarta sudah menjadi pusat pemerintahan sejak masih bernama Batavia pada masa Hindia Belanda. Secara de facto, Jakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Meski demikian, secara konstitusional, Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1964. Setelah pindah ke Kalimantan Presiden Joko Widodo mengungkapkan Jakarta akan tetap menjadi prioritas pembangunan.

9. Alasan Kalimantan Jadi Ibukota baru

Hasil gambar untuk robert endi jaweng

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengatakan jika pemerintah hendak memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan, maka daerah yang paling layak dipilih adalah Kalimantan Timur. Dia pun mengungkapkan sejumlah alasan yang membuat Kalimantan Timur lebih unggul dibandingkan wilayah lain di Kalimantan.

Baca Juga  9 Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pedoman Masyarakat Indonesia

“Saya berharap makin ke timur makin bagus. Kalau pilihannya Kalimantan, ya yang paling timur Kalimantan Timur. Kalau lihat perbandingan Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur itu punya keunggulan dalam banyak hal. Secara ekologis ini daerah yang bukan rawan bencana,” kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (24/8).

Menilik aspek sosiologis, maka wilayah Kalimantan Timur dihuni oleh kelompok etnis yang beragam. Dengan demikian karakteristik kota sebagai tempat berkumpulnya berbagai jenis budaya dapat didukung oleh Kaltim.

“Secara sosiologis ini multi etnis. Kalau pernah ke Balikpapan akan lihat ekspatriat banyak sekali. Ke Samarinda perkumpulan berbagai tempat, Makassar banyak, dari Timur juga banyak. Terbiasa jadi kota multikultur,” jelas Robert.

Selanjut dari sisi konektivitas. Wilayah Kalimantan Timur kata dia cukup strategis karena berada di antara pusat-pusat transportasi dan konektivitas, misalnya bandara.

“Yang penting, meskipun kita mendirikan kota baru, dia berdekatan dengan kota yang sudah tumbuh. Kalau Kalimantan Tengah memang agak repot karena Palangkaraya meskipun sudah Ibu Kota provinsi itu kan masih sangat jauh dari standar suatu kota yang sudah mandiri,” ujar dia.

“Jadi kota baru bukan berarti dia terisolir. Tetap terkoneksi dengan kota yang sudah jadi dan di Kalimantan Timur sudah jadi benar, Balikpapan dan Samarinda,” imbuhnya.

Namun, yang paling penting, tegas Robert, Kalimantan Timur berdekatan dengan pusat  atau hub ekonomi maupun politik di kawasan Indonesia Timur, yakni Sulawesi Selatan.

“Dalam perspektif otonomi dia dekat dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kalau bicara Indonesia timur, hub kita di Indonesia timur itu Makassar, Sulsel. Kalau dia di Kalimantan Timur berhadapan langsung dengan hub baik secara ekonomi maupun politik,” tandasnya.

Sumber : Okezone,liputan6

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top