Connect with us

9 Hukuman Mengerikan Bagi Koruptor, Dipancung hingga Hukuman Mati

Lainnya

9 Hukuman Mengerikan Bagi Koruptor, Dipancung hingga Hukuman Mati

Dunia9.My.Id – Tanggal 9 Desember setiap tahunnya, masyarakat Indonesia memperingati Hari Antikorupsi Internasional. Semua negara sepakat bahwa korupsi merugikan rakyat dan harus diberantas sampai akar-akarnya. Meski begitu, tetap saja belum ada negara yang bisa dikatakan bebas dari korupsi 100 persen.

Perilaku korup di Indonesia pun sampai saat ini belum ada tanda surutnya. Kasus korupsi satu per satu secara bergantian mulai terkuak. Hukuman yang dinilai masih terlalu ringan membuat tak ada rasa takut bagi para pejabat untuk melakukan korupsi.

Nah, kira-kira apa saja sih hukuman bagi para pelaku korupsi di berbagai negara? Berikut ini model hukuman bagi para koruptor di berbagai negara yang dihimpun dari berbagai sumber, Rabu (10/12).

1. China: hukuman mati

Hasil gambar untuk koruptor china

Negara ini menjadi salah satu negara yang paling keras menindak pelaku korupsi. Di China, siapapun yang terbukti melakukan korupsi lebbih dari 100.000 Yuan atau senilai Rp 214 juta bisa dipidana hukuman mati. Tahun 2014 saja ada 55 tindakan hukuman mati yang dilakukan di China.

Pemerintah China tak main-main untuk memberantas korupsi di negaranya hingga menyiapkan peti mati untuk para koruptor. Salah satu vonis hukuman mati pernah jatuh kepada Menteri Perkeretaapian China Liu Zhijun. Dia divonis hukuman mati karena menerima suap dan menyalahgunakan wewenangnya. Liu sejak tahun 1972 sampai 2011 menyalahgunakan jabatannya dan membantu 11 orang untuk memenangkan tender proyek-proyek pembangunan perusahaan-perusahaan kereta api. Ia juga telah mengantongi USD 13,51 juta dari aktivitas korupsi yang ia lakukan.

Baca Juga  9 Film Hollywood Yang Paling Dinanti Di Tahun 2019

2. Vietnam: hukuman mati

Hasil gambar untuk koruptor vietnam

Hukuman mati kepada koruptor juga diterapkan di Vietnam. Tapi hukuman tak berlaku untuk wanita hamil dan wanita yang merawat anak di bawah usia 36 tahun saat vonis diberikan. Biasanya hukuman diubah menjadi seumur hidup dalam beberapa kasus.

| Baca Juga: 9 Peraturan tak masuk akal yang diterapkan negara-negara komunis

3. Singapura: hukuman mati

Hasil gambar untuk koruptor di singapura

Selain China dan Vietnam, hukuman mati bagi koruptor juga berlaku di Singapura. Hukum di Singapura sangat tegas terhadap pelaku kejahatan seperti pembunuhan, penyelundupan obat terlarang dan juga korupsi. Pada kurun 1994-1999 hukuman mati diberikan pada lebih dari seribu orang.

4. Malaysia: hukum gantung

Hasil gambar untuk hukum gantung

Malaysia mulai mempunyai undang-undang tentang korupsi sejak 1961 yang diberi nama Prevention of Corruption Act. Pada 1997, berlaku Anti Corruption Act, yang makin menguatkan hukum untuk para koruptor. Jika pejabat di Malaysia terbukti korupsi, maka hukumannya adalah hukum gantung.

5. Arab Saudi: pancung

Hasil gambar untuk hukum pancung

Hukuman bagi para koruptor di Arab Saudi dilakukan sesuai dengan hukum Islam, yakni dengan diqisas atau dipancung. Meskipun dinilai kurang manusiawi, tapi hukuman ini buktinya memberikan efek jera kepada para pejabat Arab Saudi.

Baca Juga  9 Bahan Alami Yang Manfaatnya Sama Loh Seperti Antibiotik

6. Amerika Serikat: penjara dan denda

Hasil gambar untuk koruptor di amerika

Jika lima negara di atas, pelaku korupsi dihukum mati, hal yang berbeda berlaku di Amerika Serikat. Orang yang terbukti melakukan korupsi di negara adidaya ini akan dipenjara dan dijatuhi denda. Hukuman yang diberikan pun minimal 5 tahun. Bahkan untuk kasus berat, pelaku korupsi bisa saja diusir dari negara itu.

7. Jerman: hukuman seumur hidup

Hasil gambar untuk prison

Meskipun tak punya lembaga untuk menangani kasus korupsi seperti KPK, tapi tetap saja hukuman bagi koruptor berlaku. Di negara ini, koruptor yang terbukti akan dihukum seumur hidup dan diminta untuk mengembalikan seluruh harta hasil korupsi.

8. Korea Selatan: dihukum berat dan dikucilkan

Hasil gambar untuk dikucilkan

Dalam upaya memberantas korupsi, Korea Selatan memilih kebijakan untuk membentuk badan antikorupsi yang independen dengan fungsi utamanya pada pencegahan. Sedangkan dalam hal penegakan hukum, Korea Selatan tetap mengandalkan kekuatan institusi penegak hukum yang ada seperti kepolisian dan kejaksaan.

Di Korea Selatan, selain hukuman dari pihak berwenang, pelaku korupsi juga dikucilkan oleh keluarga mereka sendiri dan masyarakat. Maka tak heran jika pelaku korupsi di Korea Selatan bisa begitu depresi hingga bunuh diri. Roh Moo Hyun yang merupakan mantan presiden Korsel pada 2009 bunuh diri setelah kasus suap senilai USD 6 juta terkuak.

Baca Juga  9 kegiatan Mengisi Waktu Puasa 2021

9. Jepang: bunuh diri akibat malu

Hasil gambar untuk suicide

Bukan rahasia lagi jika kejujuran dan kedisiplinan adalah budaya utama orang Jepang. Hal inilah yang membuat orang Jepang enggan melakukan korupsi. Di Jepang, tidak ada hukuman mati atau penjara bagi para koruptor. Bahkan, Jepang tidak punya lembaga pemberantas korupsi. Meskipun demikian, tingkat korupsi di Jepang jauh lebih rendah daripada Jerman.

Alasannya, pejabat yang tertangkap melakukan korupsi di negara ini akan merasa malu jika terbukti bersalah. Setelah itu, mereka akan diliputi rasa bersalah yang sangat hebat dan memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, mereka yang tak kuat menanggung beban dan rasa malu akibat korupsi tak segan-segan melakukan bunuh diri.

Sumber : Brilio, Kompas

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lainnya

To Top