Connect with us

9 Istilah Ini Membantumu Paham dan Mendeteksi Benar Tidaknya Berita

Teknologi

9 Istilah Ini Membantumu Paham dan Mendeteksi Benar Tidaknya Berita

Kebanyakan generasi kekinian mengonsumsi berita secara daring melalui media sosial, seperti: Facebook, Twitter, Snapchat dan platform daring lainnya. Walaupun masih terdapat berita daring yang dapat dipercaya, kita dapat mendeteksi berita-berita palsu atau bohong, alias hoax, dengan istilah-istilah yang relevan digunakan.Terdapat 9 penggunaan istilah yang relevan dengan berita bohong sebagaimana dikutip dari dictionary.com berikut ini. Dengan ini, harapanya dapat membantu kita lebih memilah-milih informasi yang sumbernya daring, dan mencegah penyebaran misinformasi. Mari kita kupas satu per satu!

1. Fake News

Istilah fake news tipikalnya digunakan dalam konteks politik. Fake news menjelaskan keadaan misinformasi yang disengaja untuk disebarkan melalui pencetakan tradisional maupun media berita penyiaran. Informasi beritanya merupakan konten buatan alias fabricated content.

Fake news ini merupakan berita cerita palsu, bohong atau tidak benar dari dasar sensasionalnya, yang diciptakan untuk disebarkan secara daring dengan tujuan-tujuan tertentu. Tujuan itu dapat berupa pendapatan iklan melalui lalu lintas web, menurunkan reputasi tokoh publik, pergerakan politik atau perusahaan.

2. Yellow Journalism

yellow journalism pun merupakan tipe dari fake news. Hal ini dikarenakan gaya bahasa pelaporan koran berita yellow journalism menekankan sensasionalnya dibandingkan faktanya.

Istilah yellow journalism ini muncul pada pertengahan tahun 1980an sepanjang kompetisi antara New York World milik Joseph Pulitzer dan New york Journal milik William Randolph Hearst. Awalnya New York World mempublikasikan kartun berwarna Hoogan’s Alley yang dibuat Richard Outcault, yang kemudian dikenal dengan the yellow kidsNew York Journal kemudian mempekerjakan Outcault pula dengan membuat second yellow kids.

Kompetisi di antara kedua yellow kids ini menjadi gaya sensasional dari kedua koran berita tersebut. Berasal dari peristiwa itulah pemberitaan sensasional yang melebihi faktanya termasuk pada istilah yang digunakan pada pemberitaan daring yang tidak dapat dipercaya.

Baca Juga  9 Aplikasi Pengahasil Uang , Modal HP Doang !

Baca Juga : Inilah 9 Fakta Menarik tentang Android yang Gak Banyak Orang Tahu

3. Post-truth dan Alternative facts

Post-truth adalah istilah yang digunakan untuk budaya dan politik yang dibentuk dari pengaruh emosi dan keyakinan personal dibandingkan fakta-fakta objektif. Kini istilah ini merupakan arus utama dalam komentar-komentar politik yang sering digunakan oleh publikasi-publikasi utama tanpa perlu mengklarifikasi atau mendefinisikan berita utamanya.

Pada dunia post-truth ini, fakta-fakta alternatif dan berita-berita palsu berkompetisi dengan review kelompok serta otoritasi sumber berita terlebih dahulu. Ini membuat pembaca atau konsumen berita sulit memisahkan antara berita palsu dengan opini dari fakta-fakta objektif.

4. Clickbait

Istilah clickbait digunakan dalam menjelaskan bagaimana berita-berita palsu disebarkan. Clickbait adalah berita utama sensasional atau bagian teks yang didesain agar orang-orang mengklik tautan untuk masuk ke sebuah halaman web. Beberapa mempertimbangkan istilah clickbait sebagai sebuah bentuk yellow journalism dan seringkali disalhakan sebagai akibat dari kebangkitan jurnalisme post-truth.

Clickbait mempermainkan emosi pembaca dan didesain untuk memanipulasi. Seringkali halaman web yang sesungguhnya tidak bertanggung jawab dengan beritanya. Posting-posting clickbait dari berita palsu umumnya dilakukan melalui Facebook, atau bisa juga melalui judul maupun thumbnail video Youtube. Waspada dengan posting semacam “You’ll never believe this” atau “This will blow your mind“.

5. Hoax News

Hoax adalah tipu muslihat dendam atau kelucuan. Situs-situs web mempublikasikan cerita-cerita yang dibuat oleh pengarangnya namun didesain untuk nampak seperti laporan berita sesungguhnya.

Baca Juga  9 HP China Terbaik dengan Spesifikasi Dewa di 2019, iPhone Xs Lewat!

Kisahnya dapat saja menggunakan nama orang, kota dan peristiwa sesungguhnya namun akunnya fiksi. Cerita berita hoax dapat menyebarkan rumor-rumor yang tidak benar tentang selebritis atau mempromosikan teori-teori konspirasi, penyembuhan-penyembuhan yang ajaib, catalysmic storms atau plot teroris.

6. Social bots

Pikirkan ulang apakah kita membaca posting cerita dari orang yang dapat dipercaya? Mungkin saja cerita itu dibuat oleh bot atau robot yang diprogram secara otomatis berinteraksi di internet. Social bot adalah robot spesifik yang mengontrol akun media sosial. Tidak seperti robot biasa, social bot meyakinkan pembaca bahwa ia adalah orang nyata.

Social bots berperan penting dalam berita palsu di media sosial seperti Facebook, Twitter dan platform-platform media sosial lainnya. Social bots dapat memproduksi sebanyak 1000 postingan dalam sehari di media sosial. Saat ini bahkan sulit untuk menentukan social bot dari orang yang sesungguhnya.

7. Citizen journalism

Kita mungkin dapat memperoleh beberapa berita dari warga, atau dikenal dengan citizen journalists. Mereka adalah orang yang melaporkan berita namun tidak dididik tentang jurnalistik secara profesional.

Telah muncul sejak 1988 dan perkembangannya didukung dengan adanya internet dan telepon genggam. Sehingga siapapun dapat menangkap berita dan gambar, serta mendistribusikannya secara global.

Citizen journalism dapat dilakukan melalui blogpodcast dan streaming video. Seringkali informasi berita dari citizen journalism ini tidak cukup penting tercakup di perusahaan media yang besar.

Baca Juga  9 Aplikasi Edit Foto Terbaik Untuk Android Dan Ios

Terdapat pro dan kontra terhadap citizen journalism ini, karena pembaca dapat melihat perspektif yang berbeda dari warga perihal apa yang terjadi pada lokalitas mereka. Meskipun terdapat bias dalam beritanya, citizen journalism ini seringkali membantu reporter yang tidak dapat menjangkau area terpencil saat terjadi suatu peristiwa, atau ketika ada kejadian mendadak seperti bencana pada area tertentu yang aksesnya terhambat dari luar.

8. Internet trolls

Troll adalah istilah slang untuk seseorang yang menyebarkan perselisihan di internet dengan memulai argumen atau membuat orang kesal dengan memposting hasutan, penambahan tuturan, keluar dari topik, atau pesan-pesan palsu dalam sebuah komunitas daring (semacam grup berita, forum, chat room atau blog). Maksud tujuannya ialah untuk memprovokasi pembaca dalam reaksi emosional.

Kebanyakan troll itu anonim atau menggunakan nama palsu. Troll dapat ditemukan dalam komentar video Youtube, Facebook, Twitter dan banyak media sosial lainnya.

9. Aggregator

Aggregator adalah sebuah aplikasi atau situs web yang mengumpulkan atau memasang beragam sumber internet dan mengonsolidasikannya untuk pengamatan, dalam satu tempat. Situs-situs web semacam Google News, Daily Beast dan Huffington Post adalah salah satu contoh media sosial berita yang mengumpulkan konten dari layanan banyak jaringan sosial. Sedangkan di Indonesia, contohnya adalah LINE Today, Babe, Baca, UC News dan beberapa lainnya.

sumber : https://www.idntimes.com/tech/trend/yulia/10-istilah-dalam-pemberitaan-online-yang-perlu-kamu-tahu-c1c2/full

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Teknologi

To Top