Connect with us

9 Perang Besar Paling Legendaris Yang Jarang Diketahui Orang

Lainnya

9 Perang Besar Paling Legendaris Yang Jarang Diketahui Orang

Pada masa lampau, perang pastinya sudah sering terjadi di berbagai daerah dengan alasan mengambil alih atau mempertahankan suatu daerah, namun terdapat beberapa peperangan yang melegenda tetapi dilupakan atau jarang diketahui oleh orang-orang. Berikut bahasannya 9 Perang Besar Paling Legendaris Yang Jarang Diketahui Orang.

1. Perang Salib Utara (1147-1290)

Perang Salib Utara atau Perang Salib Baltik adalah perang salib yang dilakukan oleh raja Denmark dan Swedia, melawan orang-orang yang menganut paganisme di Eropa Utara sekitar pantai utara dan timur Laut Baltik. Kampanya Swedia dan Jerman melawan Gereja Ortodoks Rusia juga dikatakan sebagai bagian dari Perang Salib Utara.

Perang Salib Utara dimulai dengan Perang Salib Wendish di tahun 1147. Kerajaan Denmark dan Swedia, Orde Teutonik, dan persaudaraan pedang Livonian menyerbu tempat yang sekarang timur laut Jerman dalam upaya untuk menundukkan kaum pagan di kawasan itu.
Menyusul keberhasilan militer, Paus Celestine III secara resmi menyerukan perang salib melawan kaum pagan, di tahun 1195. Perang Salib Utara berlangsung sampai akhir 1200-an dan mengakibatkan penaklukan Jerman Utara dan Negara Baltik dan penyebaran agama Kristen ke tanah ini.

2. Perang Telinga Jenkins (1739 – 1748) 

Perang Telinga Jenkins telah berkecamuk di Karibia dan apa yang sekarang disebut Georgia dan Florida antara Inggris dan Spanyol. Konflik ini merupakan bagian dari Perang yang lebih besar dari Suksesi Austria, perang yang melibatkan hampir setiap negara di Eropa.
Nama yang tidak biasa lahir dari sebuah insiden angkatan laut di Hindia Barat. Kapal dari Kapten Robert Jenkins ditumpangi oleh pasukan Spanyol. Kapten Spanyol menuduh kapal Inggris melakukan pembajakan dan sebagai akibatnya, telinga kiri Kapten Jenkins dipotong.
Beberapa catatan mengatakan Kapten Jenkins telinganya dipotong saat dia menyampaikan cerita kepada House of Commons. Terlepas dari benar tidaknya cerita ini, tindakan oleh Spanyol sudah cukup sebagai tindakan pemicu perang. Perang Telinga Jenkins terbukti menjadi upaya sia-sia, karena tidak ada perubahan teritorial di Amerika baik untuk Inggris atau Spanyol setelah perang utama di Eropa telah berakhir.

3. Perang Quasi (1798 – 1800)

Meskipun Prancis telah memainkan peran utama dalam membantu memenangkan Revolusi Amerika, Amerika Serikat dan Prancis segera menemukan diri mereka sebagai musuh dalam perang angkatan laut.

Baca Juga  9 Makanan Khas Indonesia Terpopuler

Terdapat dua faktor yang menyebabkan Perang Quasi. Yang pertama adalah Selama Perancis sedang berperang dengan Inggris dalam Perang Koalisi Kedua, Amerika Serikat telah resmi menyatakan netralitas mereka. Meskipun demikian, Amerika Serikat masih berdagang dengan Inggris, dimana perbuatan tersebut dianggap memecahkan netralitas mereka di mata Prancis

Yang kedua dikarenakan pada masa itu Revolusi Prancis terjadi, sehingga Prancis menjadi Republik. Hal ini menyebabkan AS untuk menghentikan pembayaran utang ke Prancis.

4. Perang Punisia ke-3 (49 SM – 146 SM)

Kartago adalah kekuatan utama dari Afrika Utara dan telah menjadi duri dalam daging Republik Romawi untuk beberapa waktu. Sementara Perang Punisia pertama dan kedua telah terjadi di seluruh Eropa selatan dan Afrika utara, Romawi memutuskan untuk melakukan perlawanan ke Kartago di tahun 149 SM.
Pasukan Romawi mengepung kota Kartago selama 3 tahun sampai kota dan kekaisaran mereka jatuh. Ini merupakan kemenangan besar bagi Roma, memberi mereka pijakan di Afrika dan mengendalikan sebagian besar Laut Mediterania.
Karena tidak adanya catatan tentang deklarasi resmi untuk mengakhiri perang, walikota Roma dan Kartago bertemu pada tahun 1985 untuk seremonial perdamaian. Pertemuan dan perjanjian ini membawa Perang Punisia Ketiga berakhir setelah 2.134 tahun.

5. Perang Barbary Pertama (1801 – 1805)

Perang Barbary Pertama adalah perang pertama yang terjadi antara Amerika Serikat dan Negara Barbary yang sekarang menjadi negara Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya. bajak laut barbary telah menyerang kapal-kapal di sepanjang pantai Afrika dan di Mediterania.
Pembicaraan diplomatik dengan Negara Barbary mengalami kebuntuan, sehingga Tripoli menyatakan perang melawan Amerika Serikat. Pertempuran pertama dari perang ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 1801, saat USS Enterprise menangkap bajak laut Tripoli. Selama tiga tahun ke depan, armada Amerika memblokade pelabuhan Barbary dan menyerang armada musuh.

6. Perang Sonderbund (3 – 29 November, 1847)

Swiss sering dianggap sebagai negara yang tetap netral dan tidak terlibat dalam konflik bersenjata. Namun pada tahun 1847 Swiss menemukan dirinya dalam perang dengan musuh yang tidak biasa yaitu dirinya sendiri.
Perang saudara pecah pada bulan November 1847 ketika beberapa divisi administratif dibentuk oleh Sonderbund dan memisahkan diri dari sisa sebagian besar kanton Protestan untuk mencegah pembentukan pemerintah pusat.
Pertempuran antara pemerintah Swiss dan pemberontak kanton hanya berlangsung selama 26 hari dan diakhiri dengan para pemberontak menyerah.

7. Kampanye Kepulauan Aleutian (1942 – 1943)

Kampanye Perang di Kepulauan Aleutian pada Perang Dunia II adalah kampanye yang kurang diketahui orang tetapi mempunyai peran yang penting, saat Alaska diserang oleh pasukan Jepang. Kepulauan Aleutian adalah rantai kepulauan di lepas pantai barat daya Alaska, bagian dari pulau-pulau yang seperti tangan, yang membentang ke Samudera Pasifik.
Ketika pasukan Amerika dikalahkan, Jepang menguasai pulau Kiska dan Attuyang yang tak terlindungi. Dalam sebulan pasukan Amerika melancarkan serangan balik dan selama 14 bulan berikutnya pasukan Amerika dan Kanada perlahan memukul mundur infanteri dan kapal Jepang.

8. Perang Soviet – Jepang (9 Agustus – 2 September, 1945)

Tanpa diketahui banyak orang, tentara Soviet memainkan peran besar dalam penyerahan diri oleh Jepang di PD II. Stalin telah setuju untuk bergabung dengan pertempuran di Pasifik saat Jerman dikalahkan.
Pada tanggal 8 Agustus, sehari sebelum bom atom Nagasaki, Uni Soviet mendeklarasikan perang terhadap Jepang dan mengejutkan mereka dengan meluncurkan tiga invasi terpisah ke Manchuria. Tentara Kwangtung yang membela daerah itu sebagian besar hancur dan dipaksa untuk menyerah. Setelah menaklukkan Manchuria, pasukan Soviet meluncurkan serangan ke Korea Utara, tetapi tujuan mereka mengendalikan seluruh semenanjung dikalahkan ketika pemerintah Jepang menyerah kepada pasukan Sekutu.

9. Front India dan Eropa (Revolusi Amerika – 1778 – 1783)

Banyak yang berpikir pertempuran dalam Revolusi Amerika hanya berlangsung di Amerika saja. Namun kenyataannya, Revolusi Amerika telah terjadi jauh sampai di Eropa dan India, dengan Prancis dan Spanyol yang memimpin orang-orang front.
Prancis memiliki aliansi dengan Kerajaan anti Inggris dari Mysore di India selatan. Tentara dan kapal Prancis ditempatkan di India membantu Kerajaan Mysore melawan Inggris bersamaan terjadinya perang kedua Anglo-Mysore.
Sementara Spanyol mengirim tentara dan uang untuk membantu warga Amerika, mereka juga melihat kerentanan Inggris di Eropa dan memutuskan untuk memulai serangan untuk merebut kembali tanah yang dikuasai oleh Inggris. Spanyol melawan Inggris di pulau Gibraltar dan Minorca, di seluruh Hindia Barat, dan di daratan Amerika.
Bantuan Prancis dan Spanyol terbukti sangat berharga bagi pemberontak Amerika , dengan kedua sekutu memainkan peran kunci dalam kekalahan Inggris.
Sumber :
https://juliawilam.blogspot.com/2012/08/10-perang-besar-yang-jarang-diketahui.html

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lainnya

To Top