Connect with us

9 Satelit Alami Mengagumkan Yang Mengorbit Di Tata Surya Kita

Lainnya

9 Satelit Alami Mengagumkan Yang Mengorbit Di Tata Surya Kita

Satelit adalah suatu benda yang mengorbit pada benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yaitu satelit alami dan satelit buatan. Contoh dari Satelit alami adalah bulan, yang mengorbit pada Bumi, tapi selain bulan masih terdapat beberapa satelit lagi di tata surya kita. Di artikel ini kita akan membahas 9 Satelit Alami Mengagumkan Yang Mengorbit Di Tata Surya Kita.

1. Ganymede – Satelit Planet Jupiter

Ditemukan pada 11 Januari 1610 oleh Galileo Galilei, Ganymede merupakan bulan / satelit terbesar di tata surya kita. Satelit ini memiliki ukuran tiga perempat dari planet Mars. satelit ini memiliki ukuran yang sangat besar dan akan dianggap sebagai planet jika saja tidak mengorbit pada Jupiter.

Bulan / satelit ini sebagian besar terdiri dari batu silikat dan es cair, hal lain yang membuatnya spesial adalah satelit ini adalah satu-satunya satelit yang diketahui memiliki Magnetosfer yang mungkin timbul karena konveksi dalam inti besi cairnya.

2. Triton – Satelit Planet Neptunus

Triton adalah satelit alami terbesar dari Planet Neptunus, ditemukan pada 10 Oktober 1846 oleh William Lassell. Triton adalah satu-satunya satelit berukuran besar di Tata Surya yang bergerak dalam orbit retrograde, yaitu berlawanan arah dengan rotasi planet induknya. Selain itu Triton merupakan salah satu objek paling dingin di tata surya kita, Voyager 2 juga menemukan bahwa satelit ini memliki geyser aktif dan menjadikannya salah satu satelit yang mempunyai geologis aktif di tata surya kita.

3. Titan – Satelit Planet Saturnus

Titan atau Saturnus VI adalah satelit alami terbesar Saturnus. Satelit ini merupakan satu-satunya satelit yang terbukti memiliki cairan di permukaannya.

Satelit ini seringkali digambarkan sebagai satelit yang mirip planet. Satelit ini merupakan satelit terbesar kedua di Tata Surya, setelah satelit Ganymede di Jupiter. Titan pertama kali ditemukan pada tahun 1655 oleh astronom Belanda Christiaan Huygens.

Baca Juga  Apakah Indonesia Termasuk? 9 Negara Dengan Pulau Terbanyak

Komponen utama titan terdiri dari es air dan materi berbatu. Seperti Venus sebelum masa penjelajahan angkasa. Permukaannya secara geologis masih muda, dan meskipun pegunungan dan beberapa kriovolkano telah ditemukan, hanya sedikit kawah tubrukan yang ditemui.

Atmosfer Titan sebagian besar terdiri dari nitrogen, senyawa-senyawa kecil mengakibatkan pembentukan awan metana dan etana serta kabut organik yang kaya akan nitrogen.

4. Io – Satelit Planet Jupiter

Io adalah satelit terdalam di antara empat satelit Galileo yang mengelilingi planet Jupiter. Satelit ini dinamai dari Io, yang merupakan pendeta wanita untuk Hera yang menjadi salah satu kekasih Zeus.

Dengan lebih dari 400 gunung berapi aktif, secara geologis Io merupakan objek yang paling aktif di Tata Surya. Aktivitas geologis yang ekstrim ini disebabkan oleh pemanasan pasang surut dari friksi yang dihasilkan di bagian dalam Io ketika mengalami penarikan oleh Jupiter dan satelit-satelit Galileo lainnya yaitu Europa, Ganymede, dan Callisto.

Beberapa gunung berapi menghasilkan sulfur. Di permukaan Io juga terdapat 100 gunung yang terangkat akibat kompresi di dasar kerak silikat Io. Io terdiri dari batu silikat yang mengelilingi inti besi cair atau besi sulfida. Sebagian besar permukaan Io merupakan dataran luas yang dilapisi oleh sulfur dan sulfur dioksida beku.

Baca juga : 9 Bintang Paling Terang Di Langit Malam

5. Enceladus – Satelit Planet Saturnus

Enceladus adalah satelit alami terbesar keenam planet Saturnus. Enceladus sebagian besar diselimuti oleh es segar dan bersih, sehingga satelit ini merupakan salah satu benda langit paling reflektif di Tata Surya. Oleh sebab itu, suhu permukaannya pada siang hari hanya mencapai −198 °C (−324 °F).

Enceladus ditemukan pada tanggal 28 Agustus 1789 oleh William Herschel, tetapi tidak banyak yang diketahui mengenai satelit ini hingga Voyager 1 dan 2 melakukan penerbangan lintas di dekat satelit ini pada awal tahun 1980-an. Pada tahun 2005, wahana antariksa Cassini mulai melakukan beberapa penerbangan lintas di Enceladus, yang berhasil mengungkapkan permukaan dan lingkungannya secara lebih rinci.

Baca Juga  9 Penyakit Tulang yang Perlu Anda Kenali (No. 9 Paling Bahaya)

Selain itu, Cassini menemukan plume semburan yang keluar dari wilayah kutub selatan. Kriovolkano yang berada di dekat kutub selatan menyemburkan pancaran seperti geyser ke ruang angkasa sebanyak 200 kg per detik. Sebagian benda itu yang membentuk cincin Saturnus

6. Europa – Satelit Planet Jupiter

Europa adalah satelit keenam dari planet Jupiter. Europa ditemukan pada tahun 1610 oleh Galileo Galilei. Satelit ini dinamakan atas seorang wanita bangsawan Phoenicia yang bernama Europa, yang kemudian dinikahi oleh Zeus dan menjadi ratu dari Kreta. Satelit ini adalah satelit terkecil dari empat satelit Galileo.

Satelit ini terbuat secara primer dari batuan silikat dan diperkirakan memiliki inti besi. Europa memiliki atmosfer yang terdiri atas oksigen. Permukaannya terdiri atas es dan diperkirakan yang paling rata di seluruh Tata Surya. Permukaannya telah dirusak banyak oleh retakan-retakan dan goresan-goresan, tetapi kawah akibat meteor amat sedikit terjadi di Europa. Kemudaan dan kerataan dari permukaan Europa telah membuat beberapa ilmuwan berspekulasi atas keberadaan samudera di bawahnya.

7. Iapetus – Satelit Planet Saturnus

Ditemukan pada 1671 oleh Giovanni Cassini, satelit dari planet Saturnus, Iapetus telah disebut salah satu yang paling aneh di tata surya kita.
berdiameter 914 mil, dan pasang surut terkunci dengan Saturnus. Satu hal menakjubkan tentang bulan ini adalah perbedaan mencolok dalam warna dan reflektifitas.

Setengah dari bulan berwarna gelap seperti warna batu bara, sementara separuh lainnya berwarna sangat cerah. Karena ini, dan pasang surut yang terkunci dengan planet ini, Anda hanya dapat melihat bulan ketika orbit membawanya di sisi barat dari Saturnus.
Bulan /Satelit ini juga memiliki pegunungan, atau “punggungan khatulistiwa,” dengan ketinggian 18 km dan membungkus di sekitar khatulistiwa. 

Ada dua teori utama tentang bagaimana pegunungan ini terbentuk – beberapa ilmuwan berpikir punggungan dibentuk pada waktu sebelumnya ketika Iapetus berputar lebih cepat daripada yang dilakukannya hari ini, yang lain berpikir punggungan terbuat dari materi tertinggal dari runtuhnya cincin Saturnus.

8. Mimas – Satelit Planet Saturnus

Bulan kecil ini ditemukan tahun 1789 oleh William Herschel. Dengan Diameter rata-rata adalah 396 km. Yang membuat satelit ini menonjol adalah lebarnya kawah yang berukuran140 km, dan kedalaman 18 km, kawah ini bernama kawah Herschel. Kawah Herschel bukan kawah terbesar yang ditemukan pada bulan / satelit di tata surya kita, tetapi kawah ini sangat luar biasa. Kawah ini secara mengejutkan mencakup sepertiga dari permukaan Mimas.

9. Nereid – Satelit Planet Neptunus

Nereid ditemukan tahun 1940 oleh Gerard Kuiper. Ini adalah satelit Neptunus terbesar ketiga. Nereid memiliki orbit paling eksentrik daripada satelit manapun yang ada dalam tata surya kita. Karena itu, jarak antara Nereid dan Neptunus sangat bervariasi. Pada posisi terdekat, Nereid berjarak hanya 1.354.171 km dari Neptunus. Pada jarak terjauh, Nereid berjarak 9.628.200 km .Karena posisi jauhnya dari orbit Neptunus dari nereid, dibutuhkan 360 hari Bumi untuk menyelesaikan satu orbit penuh di planet ini. 
Sumber :
https://astri5.blogspot.com/2013/03/10-satelit-menakjubkan-yang-mengorbit.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Halaman_Utama

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lainnya

To Top