Connect with us

Amazing! 9 Hal Menakjubkan Yang Ada Di Luar Angkasa

Lainnya

Amazing! 9 Hal Menakjubkan Yang Ada Di Luar Angkasa

Alam semesta merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya pada pertengahan pertama abad ke-20. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Alam Semesta juga dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dianggap ada secara fisik, seluruh ruang dan waktu, dan segala bentuk materi serta energi. Istilah semesta atau jagat raya dapat digunakan dalam indra kontekstual yang sedikit berbeda, yang menunjukkan konsep-konsep seperti kosmos, dunia, atau alam. Berikut adalah 9 Hal menakjubkan yang ada di luar angkasa menurut Dunia9.My.Id.

Baca Juga : 9 Kengerian Black Hole yang akan membuatmu menelan ludah

1. Awan Magellan

Dua Awan Magellan adalah Galaksi katai tak beraturan yang dapat terlihat dari belahan bumi selatan, yang mana galaksi ini termasuk anggota Grup Lokal dan mungkin mengorbit Galaksi Bima Sakti kita. Karena mereka berdua menunjukkan tanda-tanda struktur batang, mereka sering diklasifikasikan sebagai galaksi spiral Magellan. Awan Magellan terbagi dua, yaitu:

    • Awan Magellan Besar
    • Awan Magellan Kecil

2. Quasar

Kuasar terjadi ketika gas di sekitar lubang hitam berpindah ke lubang hitam. Ketika gas tersebut mendekati lubang hitam, gas tersebut memanas akibat friksi, dan berpijar begitu cerah sehingga cahaya ini dapat dilihat dari sisi alam semesta lainnya. Kuasar sering lebih cerah dibandingkan dengan keseluruhan galaksi tempat kuasar tersebut. Tak seorangpun yang tahu pasti apa itu kuasar, tetapi sejak tahun 1980-an, para ilmuwan telah mencoba menguaknya. Kuasar adalah benda langit yang luar biasa terang. Sebuah kuasar menghasilkan terang seratus kali lebih banyak daripada seluruh galaksi Bimasakti dalam ruangan yang tak lebih besar daripada tata surya.

3. Dark Matter

Dark Matter adalah materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut, tetapi kehadirannya dapat dibuktikan dari efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Perkiraan tentang banyaknya materi di dalam alam semesta berdasarkan efek gravitasi selalu menunjukkan bahwa sebenarnya ada jauh lebih banyak materi daripada materi yang dapat diamati secara langsung. Terlebih lagi, adanya materi gelap dapat menyelesaikan banyak ketidakkonsistenan dalam teori dentuman dahsyat.

Baca Juga  9 buku inspirasional yang akan mengembalikan semangat hidup.

Sebagian besar massa di alam semesta dipercaya berada dalam bentuk ini. Menentukan sifat dari materi gelap juga dikenal sebagai masalah materi gelap atau masalah hilangnya massa, dan merupakan salah satu masalah penting dalam kosmologi modern.

4. Crab Nebula

Crab Nebula adalah sebuah sisa-sisa supernova dan nebula angin pulsar yang terletak di rasi bintang Taurus. Nebula ini pertama kali diamati oleh John Bevis pada tahun 1731, nebula ini berhubungan dengan supernova terang yang dicatat oleh astronom China dan Arab pada tahun 1054.

Di pusat nebula terdapat Pulsar Kepiting, sebuah bintang neutron yang berputar cepat dan memancarkan pulsa radiasi pada spektrum sinar gamma hingga gelombang radio dengan frekuensi putaran 30,2 putaran tiap detik. Nebula ini merupakan objek astronomi pertama yang dikenal dari ledakan supernova yang tercatat dalam sejarah manusia.

Nebula ini turut berperan sebagai sumber radiasi untuk mempelajari benda langit yang mengokultasinya. Pada tahun 1950 dan 1960, korona Matahari dipetakan berdasarkan pengamatan gelombang radio dari Nebula Kepiting yang melewatinya, dan pada tahun 2003, ketebalan atmosfer dari Titan dapat diukur karena atmosfer menghalangi radiasi sinar-X dari Nebula Kepiting.

5. Orion Nebula

Nebula Orion adalah nebula memanjang yang terletak di selatan Sabuk Orion pada rasi bintang Orion. Objek ini merupakan salah satu nebula yang paling terang, dan dapat dilihat menggunakan mata telanjang. M42 terletak pada jarak 1,344 ± 20 tahun cahaya dan merupakan daerah pembentukan bintang besar yang paling dekat dengan bumi. Nebula M42 diestimasikan sepanjang 24 tahun cahaya dengan massa sekitar 2000 kali massa matahari. Naskah yang lebih tua sering merujuk pada Nebula orion sebagai Great Nebula di Orion atau Great Orion Nebula.

Nebula Orion adalah objek photograpy yang paling sering diteliti di langit malam, dan merupakan salah satu fitur langit yang paling sering dipelajari. Nebula ini telah mengungkapkan banyak hal mengenai proses bagaimana bintang-bintang dan sistem-sistem planet terbentuk dari puing reruntuhan awan gas dan debu. Para astronomi telah meneliti secara langsung cakram protoplanetari, Brown Dwarf, intensitas turbulensi dan gerakan gas, dan efek photo-ionizing dari bintang-bintang massif dekat di dalam nebula.

Baca Juga  9 Hukuman Mengerikan Bagi Koruptor, Dipancung hingga Hukuman Mati

6. Carina Nebula

Nebula Carina adalah nebula terang besar yang dalam batas-batasnya ada beberapa gugus terbuka dari bintang-bintang terdekat. Beberapa tulisan ilmiah umumnya menyebutnya sebagai Nebula Carina, terutama karena banyaknya makalah yang berbeda-beda diterbitkan untuk menjabarkan objek ini, tetapi penyelidikan terawal yang dilakukan oleh pengamat langit selatan seperti James Dunlop dan John Herschel, menyebut nebula ini Nebula Eta Argus atau Nebula Eta Carinae. John Herschel juga mendeskripsikan “bintang η Argus, dengan nebula besar di sekitarnya,” dan banyak makalah yang diterbitkan di kemudian hari mendukung ini.

7. Bintik Merah pada Planet Jupiter

Ketampakan Jupiter yang paling dikenal adalah Bintik Merah Raksasa, yaitu badai antisiklon yang lebih besar dari Bumi dan terletak di 22° sebelah selatan khatulistiwa. Badai ini sudah ada paling tidak semenjak tahun 1831, dan kemungkinan dari tahun 1665. Model matematis menunjukkan bahwa badai ini stabil dan mungkin merupakan ketampakan permanen. Badai ini cukup besar sehingga dapat dilihat dengan menggunakan teleskop dari Bumi dengan bukaan 12 cm atau lebih besar.

Badai semacam ini banyak ditemui pada raksasa gas dengan atmosfer yang bergolak. Jupiter juga memiliki oval putih dan coklat yang biasanya lebih kecil dan tidak dinamai. Oval putih biasanya terdiri dari awan yang relatif dingin di atmosfer atas. Oval coklat merupakan awal yang lebih hangat dan terletak di “lapisan awan normal”. Badai semacam ini dapat berlangsung selama beberapa jam hingga berabad-abad.

Bahkan sebelum wahana Voyager membuktikan bahwa Bintik Merah Raksasa merupakan badai, terdapat bukti kuat bahwa bintik tersebut tidak terkait dengan ketampakan di permukaan karena pergerakannya berbeda dengan pergerakan atmosfer Jupiter: kadang-kadang lebih cepat dan kadang-kadang lebih lambat. Dalam sejarah bintik ini telah bergerak beberapa kali di Jupiter relatif terhadap patokan rotasi tetap manapun.

Baca Juga  9 Lukisan Termahal di Dunia

Pada tahun 2000, muncul ketampakan di belahan selatan yang mirip dengan Bintik Merah Raksasa, namun lebih kecil. Ketampakan ini merupakan gabungan dari beberapa badai oval yang lebih kecil dan berwarna putih. Ketampakan gabungan ini dinamai Oval BA, dan kadang-kadang dijuluki Bintik Merah Kecil. Intensitas badai tersebut semenjak itu meningkat dan warnanya berubah dari putih menjadi merah.

8. Suara Planet

Memang aneh kedengarannya, karena di ruang yang hampa udara seperti luar angkasa bisa memperdengarkan kita suara dari planet. Bukan hanya bumi, tetapi planet lain juga memiliki suara yang menarik sampai menyeramkan bahkan matahari juga. Hingga saat ini NASA masih mencari keterangan mengenai suara planet ini.

9. White Dwarf

White Dwarf, juga disebut katai degenerasi, adalah bintang kecil yang sudah tidak lagi bersinar. Katai putih adalah tahap evolusi terakhir bintang bermassa kecil dan menengah. Katai putih sangat padat dimana massanya sama dengan matahari tetapi volumenya hanya sebesar bumi, katai putih terdiri dari materi terdegenerasi. Katai putih tidak lagi memiliki bahan bakar berupa hidrogen untuk melakukan fusi, bintang melakukan fusi dan menghasilkan energi serta tekanan yang menuju keluar inti, hal ini diseimbangkan oleh energi gravitasi yang menuju kedalam, akan tetapi katai putih tidak lagi melakukan fusi sehingga semua materinya tertarik menuju inti sehingga katai putih menjadi sangat padat. Hal yang sama juga dialami bintang bermassa besar tapi gaya gravitasinya jauh lebih kuat sehingga tarikan ke inti menjadi lebih dahsyat dan akhirnya meledak membentuk lubang hitam atau bintang neutron.

Memang banyak hal menakjubkan yang ada dan terjadi di luar angkasa, dari situlah kita bisa menikmati karya Tuhan yang luar biasa di hidup kita…

Sumber : https://id.wikipedia.org/

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lainnya

To Top