Connect with us

Mengenal 9 Latar Belakang Muhadjir Effendy | Mendikbud pengganti Anies Baswedan

Politik

Mengenal 9 Latar Belakang Muhadjir Effendy | Mendikbud pengganti Anies Baswedan

Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla kembali menggelar perombakan kabinet. Salah seorang dipercaya keduanya mengisi jabatan menteri adalah Muhadjir Effendy. Dia menggantikan posisi Anies Baswedan sebagai menteri pendidikan. Yuk kita simak latar belakang dia yang akan menjadi calon pengganti Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

1. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Muhadjir merupakan mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Jabatan Rektor UMM dijabat sejak 2000 dan meninggalkan jabatannya sekitar enam bulan lalu.

Dia juga tercatat sebagai Guru Besar Sosiologi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.

2. Pendidikan

Pendidikan S3 ditempuh di Universitas Airlangga, Surabaya dengan disertasi ‘Pemahaman Tentang Profesionalisme Militer di tingkat Elit TNI-AD’. Karena itu, di kalangan akademisi Muhadjir juga dikenal sebagai pengamat militer.

Sementara pendidikan S2, Magister Adminisitrasi Publik (MAP) ditempuh di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan Pendidikan S-1 ditempuh di Universitas Negeri Malang, di mana sebelumnya menyelesaikan Sarjana Muda di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Malang (Sekarang Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).

Muhadjir juga pernah menempuh pendidikan Short Course, Regional Security and Defence Policy, National Defence University, Washington D.C., USA, 1993. Kemudian Short Course, Management for Higher Education, Victoria University, British Columbia, Canada, 1991.

Baca Juga  9 Peraturan tak masuk akal yang diterapkan negara-negara komunis

3. Jabatan sebelum menjadi rektor

Sebelum menjadi rektor Muhadjir pernah menjadi Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Pembantu Rektor III/ Bidang Kemahasiswaan UMM dan Sekretaris PR III / badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK) di Universitas Negeri Malang (IKIP Malang).

4. Pengalaman

Muhadjir juga memiliki catatan pengalaman organisasi. Dia menjabat Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS), Anggota Kelompok Kerja Dewan Research Daerah (DRD) Jawa Timur, Anggota Tim Penyusun Visi Indonesia Berkemajuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Ketua Pengurus Pusat Himpunan Indonesia Untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS).

5. Aktif di Organisasi

Muhadjir juga aktif di Indonesian Association For The Advancement Of Social Sciences tahun 2013 sampai 2017, menjabat Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PKB-PII) Jawa Timur, Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur.

Semasa muda, dia juga pernah aktif sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang, Ketua Bidang Pendidikan KNPI Kodya Malang dan Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Malang.

6. Muhadjir juga dikenal aktif menulis

Muhadjir juga dikenal aktif menulis, di antaranya: Seperti Menyaksikan Dahlan Muda, Menata Kualitas Pendidikan Muhammadiyah, Muhammadiyah dan Pendidikan di Indonesia, Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah: Di Tengah Persaingan Nasional dan Global, Jati Diri dan Profesi TNI: Studi Fenomenologi, serta
Profesionalisme Militer: Profesionalisasi TNI, Pedagogi Kemanusiaan: Sebuah Refleksi Multidimensional dan lain-lain.

Baca Juga  9 Fakta Persiapan Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Nomor 5 Tak Diduga

7. Tanggal lahir Muhadjir

Muhadjir lahir di Madiun, 29 Juli 1956. Pernikahannnya dengan Suryan Widati dikaruniai tiga anak, yakni Muktam Roya Azidan (11), Senoshaumi Hably (10) dan Harbantyo Ken Najjar (4).

8. Mendapatkan gelar

Tahun 2008, Muhadjir berhasil menyelesaikan pendidikan strata 3 pada Jurusan Ilmu-ilmu Sosial dan memperoleh gelar doktor bidang sosiologi militer di Program Doktor Universitas Airlangga. Selain pendidikan formal, dia juga beberapa kali mengikuti kursus di luar negeri, antara lain di National Defence University, Washington DC (1993) dan di Victoria University, British Columbia, Canada (1991).

9. Harapan Muhadjir

Saat memberi sambutan, giliran Muhadjir yang membahas hal tersebut. Dia membenarkan bahwa penggodokan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 ini sudah dilakukan sejak Anies jadi Mendikbud. Dia mengaku hanya tinggal melanjutkan saja.

“Jadi Inpres itu sebetulnya sudah digodok ketika beliau masih menjabat sebagai menteri dan kemudian saya tinggal melanjutkan saja akhir 2016. Dan itu baru bisa dieksekusi awal tahun 2017,” ujar Muhadjir.

Karena umur Inpresnya baru satu tahun, Muhadjir mengatakan, sosialisasinya belum masif dan belum banyak dikerjakan. Dia bersyukur Provinsi DKI Jakarta menjadi pelopor implementasi Inpres tersebut.

Baca Juga  9 Pemimpin Dunia Ini Meninggal Secara Tragis Karena Dibunuh

DKI Jakarta dinilai sudah ideal untuk dijadikan pilot project program ini. Sebab jumlah perusahaan atau industri yang ada berimbang dengan jumlah lulusan SMK.

Jumlah siswa SMK harus diperbanyak. Selain itu, dunia usaha juga harus terbuka menerima lulusan siswa SMK ini. Apalagi, pemimpinnya saat ini adalah orang yang menggodok cikal bakal Inpres ini.

Muhadjir mengatakan, Anies harus berhasil membawa DKI Jakarta sukses dalam program revitalisasi SMK. Saat membicarakan ini, dia kembali menyinggung dirinya yang hanya melanjutkan kerja Anies.

“Ini dulu kan juga merupakan tugas dari Pak Gubernur, saya kan tinggal melanjutkan saja. Karena itu kalau DKI ini tidak bisa menjadi contoh yang bagus, nanti tanggung jawabnya Pak Gubernur,” kata Muhadjir.

“Karena beliau harus memberikan contoh yang betul-betul apa yang menjadi komitmen beliau sewaktu menjadi Mendikbud. Begitu Pak gub ya? Tepuk tangan untuk Pak Gub,” tambah dia.

Baca Juga : 9 Bentuk Pemerintahan yang Harus Kamu Tahu.

Akhir Kata

Siapapun yang akan menggantikan Anies Baswedan, semoga saja kedepannya dapat membuat pendidikan Indonesia lebih baik lagi ya Sobat Dunia9.My.Id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politik

To Top