Connect with us

Mengenang Masa Kecilmu! 9 Permainan Tradisional Yang Mungkin Pernah Kamu Mainkan

Budaya

Mengenang Masa Kecilmu! 9 Permainan Tradisional Yang Mungkin Pernah Kamu Mainkan

Masa kecil kita yang bisa dikaitkan dengan banyak hal, mulai dari kesederhanaan sampai juga kepada permainan yang khas dimainkan kala itu. Permainan yang dulu kita mainkan bersama dengan teman kita, sekarang mulai terkikis dan hampir tidak ada yang memainkannya. Dan semua itu penyebabnya adalah karena gengsi dan lain sebagainya. Berikut adalah 9 Permainan Tradisional yang mungkin pernah kamu mainkan bersama dengan temanmu.

1. Ular Naga

Permainan yang bisa dimainkan oleh 5-10 pemain, bermain dengan cara mengitari gerbang yang dibentuk oleh 2 anak dan mengitari dengan menyanyikan lagu “Ular Naga Panjangnya” sampai lagu habis. Maka gerbang akan menutup dan orang yang terjebak akan diberikan 2 pilihan untuk memilih diantara kedua gerbang. Dan jika sudah memilih diantara salah satu gerbang maka anak tersebut masuk ke belakang gerbang dengan berbaris. Permainan dilanjutkan dengan cara yang sama hingga ‘induk’ kehabisan semua anaknya dan permainan selesai.

2. Dengkleng / Gedrik

Permainan gedrik adalah permainan yang harus dimainkan dengan sebelah kaki. Biasa dimainkan oleh dua orang atau lebih dalam satu permainan dengan bergantian untuk mendapat poin atau nilai. Dalam permainan gedrik ala Tulungagung, gaco  adalah sebutan senjata yang harus diedarkan dengan cara dilempar dari petak A ke petak berikutnya. Setiap orang yang ikut bermain memiliki giliran masing-masing. Selama tidak melanggar peraturan, orang tersebut akan terus bermain. Peraturan yang tidak tertulis akan patuhi dengan sportif bagi pemain gedrik ini. Di antaranya tidak boleh menginjak garis, tetap bermain dengan satu kaki, dan tidak keluar dari kotak atau menyentuh garis di kotak tersebut ketika melempar gaco ke masing-masing kotak. Jadi, harus tepat didalam kotak. Setelah sukses mengedarkan gaco dari petak ke petak, maka orang tersebut mendapat hadiah yang bukan barang atau dalam permainan ini disebutnya sawah.  Orang itu melemparkan gaco-nya dan jatuh ke sebuah kotak, maka kotak tersebut menjadi sawah miliknya. Orang lain tidak boleh menginjak sawah dan harus melompat meski agak berat, inilah seni dalam Gedrik yang menantang.  Melemparkan gaco juga ada metode atau caranya. Di antaranya pemain harus menghadap berlawanan arah dengan gambar gedrik dan melemparkan gaco ini melewati atas kepalanya, atau melempar secara wajar.

Baca Juga  Ini Lho 9 Hal yang Harus Diketahui Generasi Millennial Agar Tak Salah Menentukan Masa Depan!

3. Petak Umpet

Kumpulkan teman sebanyak-banyaknya. Semua anak Gambreng, sampai tinggal 2 anak, kemudian 2 anak yang tersisa harus suit sampai 3x, yang kalah jaga gawang. Yang jaga, tutup matanya, sambil menghitung sampai 10, atau berapapun angka yang ditetapkan. Teman-teman yang tidak berjaga, mencari tempat untuk ngumpet / sembunyi. Kalau sudah sampai hitungan ke-10, yang jaga langsung nyari teman-temannya yang ngumpet, kalau ketemu satu, langsung lari cepat-cepat balapan dengan temannya itu sampai ke gawang kemudian pegang gawang sambil teriak ‘INGLO’ tandanya satu orang sudah ketemu, tinggal cari yang lainnya. Kalau ternyata yang duluan sampai gawang adalah temannya yang ngumpet, permainan ronde satu langsung selesai, tapi yang jaga gawang dihukum harus jaga lagi pada permainan ronde berikutnya.

4. Bentengan

Cara bermain bentengan sangatlah mudah, kumpulkan teman sebanyaknya, bagi 2 grup. Cari benteng masing-masing, boleh pohon, tiang listrik, pager, dan lain-lain. Ketua geng suit 3x. Geng yang menang harus ngerebut benteng lawan. Maju satu-satu buat memancing anak buah lawan keluar dari benteng dan ngejar kita. Yang mancing jangan sampai kepegang sama lawan, kalau kepegang jadi tahanan, tidak boleh kembali ke benteng sendiri. Supaya bisa bebas, teman kita harus berusaha menyelamatkan, keluar dari benteng, pegang teman yang ditahan, kalau lawan ngejar, lari cepat-cepat. Sebisa mungkin mendekati benteng lawan, kalau sudah dekat, pegang bentengnya, teriak ‘BENTENG’. Tandanya benteng sudah berhasil kita rebut. Kalau ada tahanan otomatis bebas semua.

Tujuan dari permainan di atas adalah bekerja sama (gotong-royong),saling tolong menolong.

5. Main Layangan

Bermain Layang-layang sangatlah mudah. Hanya dengan memanfaatkan kekuatan hembusan angin dan kita bisa menerbangkannya. Permainan ini bisa kita lakukan bersama dengan teman kita dan juga bisa kita lakukan di lapangan atau halaman, sawah dan tempat terbuka lainnya yang cukup luas.

Baca Juga  9 Kekaisaran Terbesar yang Memiliki Pengaruh Terhadap Sejarah Dunia

6. Main Bola Bekel

Adapun cara bermain bola bekel ini adalah semua biji bekel harus digenggam ganya dengan satu tangan beserta dengan bolanya. Selanjutnya pada bola dilambungkan ke atas dan hanya boleh memantulkan satu kali saja. Saat bola dalam posisi tidak berada di tangan tersebutlah waktu dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk mengolah biji bekel. Dalam proses pengambilan atau pengaturan biji bekel, bola atau tangan tidak diperbolehkan menentuh biji yanglain dan dalam penangkapan bola bekel. Tangan tidak diperbolehkan menyentuh anggota tubuh yang lain dalam usaha agar biji bekel yang dalam genggaman tidak terjatuh. Bola dan biji tidak boleh pula terjatuh maupun terlepas dari genggaman tangaan saat sedang bermain. Permainan bekel yang jago dapat memainkan game bola bekel ini dalam set yang cukup panjang tanpa melakukan kesalahan, sehingga satu peraturan diatas, maka permainan akan kehilangan gilirannya dan juga bergantian kepada pemain lain begitu seterusnya.

7. Main Kelereng

Bermain kelereng sangatlah mudah dan menyenangkan, kalian harus mengumpulkan kelereng bersama. Dan meletakkannya didalam lingkaran yang kalian buat. Mulailah menyentil kelereng yang ada ditangan kalian, dan harus mengenai kelereng yang ada didalam lingkaran. Jika ada kelereng yang keluar dari lingkaran maka kelereng tersebut menjadi milikmu. Jika tidak maka akan giliran dengan temanmu sesuai urutan yang telah ditentukan. Permainan akan berlanjut sampai kelereng yang ada didalam lingkaran habis. Jika habis maka pemenangnya adalah anak yang mendapatkan kelereng yang paling banyak.

8. Lempar Sandal

Lempar sandal adalah permainan sederhana yang bahan atau alat yang dimainkan adalah sandal. Diperlukan empat buah sandal, tiga buah sandal disusun, dan satu buah digunakan untuk melempar sandal yang tersusun tersebut dan juga melempar pemain. Para pemain dibagi kedalam dua tim. Setelah dibagi, kedua tim suit, di wakili masing-masing satu anggota. Tim yang menang akan melempar ketiga sandal yang tersusun, kemudian menyusun kembali sandal tersebut. Sementara tim yang kalah melempari pemain dari tim menang dengan satu sandal yang telah di sediakan tadi. Semua pemain tim menang harus mampu menyusun kembali sandal dengan baik, sebelum semua pemain terkena lemparan sandal. Tim yang kalah harus mampu melempari semua pemain dari tim yang menang sebelum sandal tersusun. Jika tim yang menang suit tadi memenangi permainan dengan berhasil menyusun ketiga sandal, maka tim tersebut mendapatkan point 1 dan bergiliran dengan tim yang kalah suit tadi. Maksudnya adalah tim yang kalah yang sekarang bermain sebagai penyusun sandal. Jika tim yang menang suit telah kehabisan pemain (karena dilempari), maka mereka harus berganti peran dengan tim yang kalah suit tadi.

9. Gobak Sodor

Membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis, bedanya tidak ada garis yang rangkap. Membagi pemain menjadi dua tim, satu tim terdiri dari 3 – 5 atau dapat disesuaikan dengan jumlah peserta. Satu tim akan menjadi tim “jaga” dan tim yang lain akan menjadi tim “lawan”. Anggota tim yang mendapat giliran “jaga” akan menjaga lapangan , caranya yang dijaga adalah garis horisontal dan ada juga yang menjaga garis batas vertikal. Untuk penjaga garis horisontal tugasnya adalah berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi seorang yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal maka tugasnya adalah menjaga keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Sedangkan tim yang menjadi “lawan”, harus berusaha melewati baris ke baris hingga baris paling belakang, kemudian kembali lagi melewati penjagaan lawan hingga sampai ke baris awal.

Baca Juga  Menyambut hari Batik, Ini dia 9 Motif Batik Indonesia Yang Mendunia

Sumber : https://www.wikipedia.org/

Sumber : http://mynewbloglemparsendaldandy.blogspot.com/2018/03/lempar-sendal-dandyiw.html

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Budaya

To Top